Antara Cot Plieng dan Hotel Yamato

Oleh : Haekal Afifa* 10 November 1942 Di Desa Cot Plièng Bayu Aceh Utara Berlangsung Pertempuran Hebat antara Rakyat Aceh yang Dipimpin Tgk. Abdul Jalil Cot Plièng dengan Tentara Jepang. Teungku Abdul Jalil yang Lahir di Desa Buloh Blang Ara sangat menentang Imperialisme di Aceh, Saat itu di Aceh Kaum Ulama terbagi dalam Dua Golongan…

Aktifis Aceh Tolak Pemberlakuan Program Transmigrasi di Aceh

Banda Aceh – Ketua Institut Peradaban Aceh, Haekal Afifa menolak wacana implementasi program transmigrasi yang menjadikan Propinsi Aceh sebagai salah satu tujuan daerah penyebaran penduduk. Demikian hal itu diutarakannya Kamis (27/6/2013). “Demi menjaga kemurnian adat dan kebudayaan Aceh, serta kesenjangan sosial dalam masyarakat Aceh perlu kiranya pemerintah Aceh membatalkan MoU tersebut,” ujarnya. Pernyataan yang dilontarkan…

Aktifis Aceh Tolak Pemberlakuan Program Transmigrasi di Aceh

Banda Aceh – Ketua Institut Peradaban Aceh, Haekal Afifa menolak wacana implementasi program transmigrasi yang menjadikan Propinsi Aceh sebagai salah satu tujuan daerah penyebaran penduduk. Demikian hal itu diutarakannya Kamis (27/6/2013). “Demi menjaga kemurnian adat dan kebudayaan Aceh, serta kesenjangan sosial dalam masyarakat Aceh perlu kiranya pemerintah Aceh membatalkan MoU tersebut,” ujarnya. Pernyataan yang dilontarkan…

CIMG7874

IPA Minta Peringatan Hari Kartini Dihapus

Institut Peradaban Aceh meminta pemerintah pusat Indonesia untuk menghapus apa yang selama ini disebut Hari Kartini. Peringatan yang jatuh pada 21 April tersebut dianggap tidak saja melanggar asas keberagaman dalam kehidupan bernegara, tetapi juga sebagai upaya menghilangkan nilai-nilai perjuangan perempuan Aceh. 21 April 1879 adalah hari lahir dari seorang perempuan Jawa bernama Raden Ajeng Kartini….

050612foto.10_

Buku Hasan Tiro Dialihbahasakan

“SETELAH peperangan besar dengan Belanda yang dimulai tahun 1873 dan selesai tahun 1937, tidak ada satu pemimpin Atjèh pun yang hidup, karena semua memilih syahid dalam peperangan daripada hidup menjadi budak Belanda. Teladan ini yang diberikan untuk kita sebagai cucunya, adalah suatu kemutlakan yang tidak bisa dibantah dan tidak perlu menunggu jawaban dari kita…” Begitulah…